Feel free to “feel sorry” me

“Kalau memang benar ini yang Kau tuliskan, aku bersedia mengunyah semua isi takdir Mu – kutelan sampai tak bersisa ampas. Tapi kalau Kau berikan lagi aku kertas kosong tempatku nanti berkeluh kesah, jangan harap Kau temukan sedu sedan isinya. Aku akan menulis lagi, sebenar-benar inginnya takdirku. Aku akan berjalan sambil kumuntahkan takdir yang telah kutelan. Kalau akhirnya mesti kupunggut lagi lepehan takdirku, setidaknya aku telah mencoba…”

Untuk Mu, kuharap Kau jangan marah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s