Kalau Mati Nanti

“Seperti pagi-pagi yang lain, napasku hari ini ada lagi. Aku dibuai oleh keindahan duniawi. Sadar nanti semua takkan ada lagi. Tak ada pagi, dengan napas yang surgawi, mimpi hidup abadi”

Kalau mati nanti aku kemana? Badanku kaku, bibirku kelu, darahku beku, lama-lama jadi bangkai lah aku.

Ibu bilang nanti aku akan dikubur. Tapi ibu, apa nanti kalau aku mati, kau akan tahu di mana aku mau berbaring?

Apa mereka tahu kalau aku benci air mawar? Apa mereka tahu aku benci taburan kembang melati? Apa mereka tahu aku lebih bahagia berselimut rumput jepang dibanding rumput peking? Aku juga tidak suka nisan kayu, aku mau yang batu. Tuhan, kalau nanti aku mati, aku mau pilih tempat tidurku sendiri. Aku mau pilih hiasan dan selimutku sendiri.

Kalau nanti aku mati, siapa tahu mauku?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s