Oeroeg; Potret Inlander di Masa Kolonialisasi

“Saya lihat bulan bapak”

“Wat zeg je?”

(Kamu ngomong apa?)

“Saya kijk naar de bulan bapak”

“Ik versta je niet”

(Saya nggak mengerti)

“Saya..”

“Je bent een Hollande jongen spreek dan ook Hollands”

(Kamu itu anak Belanda jadi bicaralah dalam bahasa Belanda)

“Ik kijk naar de maan pap”

“Maan, hmm goed zo. Ga je slapen.”

(Hmm bulan, bagus. Sekarang pergilah tidur.)

Percakapan di atas merupakan potongan dari adegan di film Oeroeg (1993), sebuah film yang diangkat dari novel karya Hella S. Haasse (1945). Saya sengaja menonton filmnya dulu sebelum saya membaca novelnya.

*Sebenernya nggak sengaja juga sih soalnya buku Oeroeg di rak 8 lt2 perpustakaan lenyap nggak terlacak jejaknya padahal di database web perpus bukunya tersedia. BOO!*

Namun akhirnya saya (dengan-susah-payah) berhasil mendapatkan buku ini dengan cara yang ajaib (let it be an untold story :p).

Sebenarnya both film dan buku sama-sama memiliki daya tarik masing-masing. Meskipun cerita keseluruhannya banyak yang diubah di film Oeroeg namun secara garis besar tidak menghilangkan esensi yang penulis berikan dalam novelnya.

Oeroeg menceritakan tentang persahabatan antara inlander (pribumi) bernama Oeroeg dan hollander (orang Belanda) yang dalam novelnya cukup disebut sebagai tokoh ‘aku’ karena tidak disebutkan nama jelas tokoh ini. Namun dalam film, hollander ini bernama Johan.

Johan dan Oeroeg sama-sama lahir di Kebon Jati yang merupakan lokasi di mana mereka menghabiskan hampir seluruh waktu mereka bersama-sama. Ayah Johan merupakan seorang administrateur dan ayah Oeroeg merupakan mandor yang bekerja untuk Ayah Johan (hal 6 buku Oeroeg).

Masa-masa kecil Johan dan Oeroeg berlatar waktu masa penjajahan Belanda, sebelum proklamasi. Potongan percakapan di awal postingan ini merupakan salah satu gambaran bagaimana cara hollanders berpikir tentang inlander di Indonesia. Ayah Johan jelas menekankan kepada Johan bahwa ada perbedaan kasta antara inlander dan hollander.

‘Je bent een Hollande jongen spreek dan ook Hollands.”

Dalam film maupun novel Oeroeg keduanya sama-sama menggambarkan bagaimana kesenjangan pendidikan yang terjadi saat masa kolonialisasi Belanda di Indonesia berlangsung. Di novelnya, Oeroeg digambarkan memiliki perasaan iri kepada Johan karena sebagai hollander dia dapat dengan mudahnya mengenyam bangku sekolah.

Dalam film, perbedaan kondisi pendidikan antara orang pribumi dan non pribumi dapat tergambarkan dengan jelas secara visual. Oeroeg yang bersekolah di Hollands-Inlandse School (sekolah Belanda untuk pribumi) mendapatkan fasilitas yang kurang baik jika dibandingkan dengan sekolah Johan. Diperlihatkan dalam film tersebut keadaan pintu, meja, kursi dan papan tulis di Hollands-Inlandse School sudah rusak dan kurang layak. Pemandangan sebaliknya malah ditunjukkan di Hollandse School.

Latar waktu masa proklamasi atau saat invansi Jepang di Indonesia merupakan latar saat tokoh Johan kembali ke Indonesia setelah kuliahnya di Belanda. Dalam latar waktu inilah kita disajikan suatu semangat proklamasi oleh pemuda Indonesia. Johan dan Oeroeg juga sudah sama-sama dewasa dan mereka harus menerima kenyataan bahwa keadaan sekarang sudah tidak sesederhana saat mereka masih anak-anak.

Menurut saya untuk akhir cerita film Oeroeg menyajikan cerita yang lebih menarik namun tetap saja anda perlu membaca bukunya untuk mendapat detail dan suasana asli dalam buku yang sengaja dibangun oleh Haasse.

Pokoknya buku dan film ini truly recommended!

2 thoughts on “Oeroeg; Potret Inlander di Masa Kolonialisasi

  1. Nonton film atau dpt kasetnya dmn ya, saya prnh n0nt0n film tsb di RCTI, tp saya nyari2 kasetnya ga nemu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s