I’m your biggest fan, myself!

Warning: Post di bawah ini sangat menyalahi batas kelaziman code switching bahasa.

“Life is not about walking on a beautiful overlay grass, it is also about crawling through storms and hurricanes” –This is me trying to make the quote :p hahaha

Lately my brains were so much took over my whole life. Yang biasanya gue bisa do something more productive like reading or writing (and exactly writing for myself because I’m the only reader for some of my writings), gue malah bisa duduk selama 2/3 jam, in front of my mirror, to think about some things.

What so weird is that I enjoy every second to think about those things. Apa yang gue pikirin bukan hal-hal yang sangat luar biasa. Jelas bukan pikiran-pikiran yang ada di otak Kierkegaard or maybe Socrates. I mostly think about “What if?” questions.

  • What if cows produced pizza? Where could I get my milk for breakfast?
  • What if I stood outside my house and waved my hands up to the sky? Would I appear on Google Earth? With my hands waving?
  • What if I got no blog to take care of? Would I keep writing?
  • What if? What if? What if? And so go and so on…….

 Yeah there are so many probabilities in this world. Sebelum gue tertarik melakukan hal absurd ini, doing nothing but thinking, gue selalu bilang sama diri gue sendiri atau orang lain kalo; “What if” questions are so tiring. Nggak pernah ada habisnya kalo ngomongin probabilitas, toh?

Kemungkinan itu selalu hadir karena pikiran-pikiran manusia sendiri yang memang didasari oleh rasa ketidakpuasan akan kenyataan. Kadang ketidakpuasan itu bisa melahirkan amazing inventors who change the world but kadang malah melahirkan orang-orang ambisius yang hidup tanpa tujuan karena their goals are too pompous, highfaluting, over expecting….. Which are not good.

Bicara tentang ambitious feeling pasti semua orang pernah menjadi ambisius atau mencoba menjadi ambisius atau mungkin dari lahir udah ambisius.

 What differs orang ambisius sama orang biasa adalah ketika mereka dihadapkan oleh sebuah keadaan mendesak yang pleasing them to win that game, orang ambisius bakal punya motivasi yang lebih besar daripada orang biasa. Sementara si orang biasa akan stay and still melihat si ambisius mengejar setiap goalnya and says “Wah dia semangat banget buat dapetin gol-golnya, gue pasti kalah lah kalo dibandingin sama dia.”

Anyways dari tadi  I keep saying ‘orang ambisius’ dan ‘orang biasa’ while I know for sure that di dunia ini nggak ada orang yang ‘biasa’ setiap orang pasti memiliki ‘keluarbiasaannnya’ masing-masing. Tapi kembali berbicara tentang kenyataan..


Banyak manusia yang consciously turn themselves menjadi orang-orang biasa.

Orang-orang biasa di sini yang gue maksud bukanlah orang-orang yang nggak berani pake celana full of chains atau fashion style ala ala Lady Gaga ke kampus…. NOOOO maybe we can call them ‘berbeda’ not luar biasa haha.

Malahan orang-orang luar biasa biasanya nggak perlu menjadikan dirinya berbeda dari orang lain karena people already know kalo dia luar biasa.

Orang luar biasa bisa menghadirkan keberadaannya dengan cara yang lain dari orang lain. Misalnya ketika lagi diskusi kelompok.. All of the group members are bubbling aimlessly about one problem, a never ending problem, yea we can say that karena they argue to retain their opinions. Di tengah perdebatan itu si luar biasa akan hadir dengan wordless talk-nya dan memberikan win-win solution. Nggak harus wordless talk juga sih sebenernya, gue hanya memberikan kesan dramatisasi karakter si tokoh luar biasa aja haha.

And for me, menjadi luar biasa sebenarnya nggak terlalu penting. I don’t really like spotlights and attention, I don’t really care about them. The most important thing is gue bisa menjadi luar biasa untuk diri gue sendiri. Karena dengan begitu, the moment I heard that someone achieved his/her goal gue bakal langsung berpikir kalo gue lebih baik dibanding dia in that way yang berarti pasti I can achieve better juga kan?

It’s time to become your own number one fan. Hargai diri lo lebih dari orang lain ngehargain lo. Banggain diri lo lebih dari yang orang lain bisa banggain dari lo. Karena nggak ada yang bisa ngelakuin yang terbaik buat lo, selain diri lo sendiri.

Jangan lupa buat explore seluruh kemampuan yang lo punya dan jangan ragu-ragu to hold it back sometime and explode it the right time =)

2 thoughts on “I’m your biggest fan, myself!

  1. Buseeeeet mi, kata-kata lo ajib bener!
    anyway, gue udah menjadi my number one fan fro my self, tapi enggakah lo berpikir kadang itu lucu dan terlihat narsis *lewatkanaja!*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s