Cerita Tentang…

Kisah Adam dan Hawa tiba-tiba mampir dalam kepala. Manusia pertama yang dicipta adalah Adam kemudian Hawa. Diciptakanlah mereka oleh Tuhan dari segumpal tanah liat kering dan lumpur hitam. Ketika sudah sempurna bentuknya ditiupkan oleh Tuhan roh yang luar biasa menghidupkan. Keduanya bersama-sama hidup di surga. Bahagia sepertinya. Entah, aku belum pernah ke surga. Hingga akhirnya iblis dengan tipu daya membikin sejoli Adam-Hawa makan buah khuldi. Allah marah kemudian gerah. Ingkar sudah ciptaanNya.

Mereka turun ke bumi. Tanah yang nantinya akan porak poranda karena khalifah yang tak lagi amanah. Adam di Safa, Hawa di Marwa. Mereka terpisah. Sedih rasanya, mula yang bahagia jadi bencana. Tapi mereka berjalan hingga kepayahan, kelelahan. Saling mencari cinta sejati.

Mudah untuk Adam mencari satu-satunya manusia yang hidup di bumi selainnya. Sama mudahnya untuk Hawa. Empatpuluh hari berlalu, mereka bertemu. Melepas rindu yang teramat di Jabal Rahmah.

Hanya empatpuluh hari bagi Adam dan Hawa kembali bersama. Begitu mudah bagi Adam ataupun Hawa. Bagi Adam wanita hanya satu dan bagi Hawa pria hanya satu. Benar-benar hanya satu di dunia ini. Tak usah mereka repot-repot memilih siapa yang baik dan yang kurang. Cinta bagi mereka bukan pilihan tapi kewajiban. Alangkah indahnya!

Tuhan mewajibkan Adam mencintai Hawa. Tuhan mewajibkan mereka saling mencintai.

Kehidupan sejoli ini awalnya surgawi dan akhirnya duniawi yang surgawi.

Jika dulu Adam dan Hawa bukan manusia pertama yang ada di bumi. Entah siapa yang akan memilih untuk melupakan. Atau mereka akan saling melupakan? Bisa saja di perjalanan Hawa bertemu dengan lelaki tampan kaya raya. Apa Hawa masih akan mencari Adam? Atau Adam yang tak sengaja melihat gadis muda mandi di sungai. Manusia seperti adam pasti tergoda juga.

Pria dan wanita akan hidup bahagia kalau mereka hidup cuma berdua. Kalau bertiga? Berempat? Berlima? Tak yakin aku mereka masih satu.

Makanya, aku mau bersamamu jika kamu cuma satu, Adamku dan aku satu, Hawamu. Tak peduli kau mau di Safa atau Marwa, tak peduli empatpuluh atau ratusan hari lamannya asal selama itu kau masih mencariku dan aku mencarimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s